skip to main |
skip to sidebar
Puisi (Ksatria Kalbu)
Ksatria Kalbu Jiwanya
tak lagi memiliki tenagaFikiran pupus tak berdayaTiada henti terus merintihMerasakan derita diatas deritaBerangsur angsur meninggalkan garis
kehidupanYang telah ditakdirkan Tatkala langit menjadi gelapSesampailah di ujung kerongkonganKini terdengar langkahan kaki dengan obor
harapanBeribu harap benih benih harapan tumbuhSeraya memberi ruh pada jiwa- jiwa hampir
mati
0 comments:
Post a Comment